SEJARAH E-LEARNING
Konsep Pembelajaran Berbasis Komputer dan Jaringan diartikan hanya sebagai e-learning atau Distance Learning. Perkembangan konsep E-learning ini berkorelasi dengan situs-situs yang melayani proses belajar mengajar dengan berbasiskan komputer dan jaringan sejak era 15 tahun yang lalu di seluruh pelosok Internet dari yang gratis maupun yang komersial (Adawi, 2014).
Sejarah E-learning di Indonesia dapat dirunut secara waktu sebagai berikut:
1990 | Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi Elearning yang berjalan di PC standlone ataupun bentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (video dan audio) dalam format mov, mpeg-1, atau avi. |
1994 | Dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal. |
1997 | LMS (Learning Management System) seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat dirasakan sebagai kebutuhan mutlak, dan jarak serta lokasi krisis halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang semakin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi interoperabilitas antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. |
1999 | Sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (pelajar) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga lebih kaya dengan perpaduan multimedia, video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil. |
Di dunia, E-learning sudah dimulai sekitar tahun 1924 (Terry and Kid, 2010) dan jika dirunut secara waktu maka sebagai berikut:
1924 | Tahun ini dikenal dengan kemunculan “Mesin Uji” Pertama. Profesor Sidney Pressey dari Universitas Negeri Ohio memperkenalkan alat bernama “Guru Otomatis”. Percobaan ini gagal. |
1954 | Mesin Penguji dibuat kembali oleh Profesor BF Skinner dari Universitas Harvard dan berhasil diterapkan di sekolah. |
1960 | Kemunculan Computer Based Training (CBT) dengan Programmed Logic for Automated Teaching Operation atau lebih dikenal dengan sebutan PLATO. ' |
1966 | Profesor Psikologi Patrick Suppes dan Richard C Atkinson dari Standford University menggunakan Computer Aided Instruction untuk mengajar matematika dan membaca untuk anak-anak Sekolah Dasar. |
1969 | Internet mulai dibuat oleh Departemen Pertahanan AS. |
1970 | Komputer semakin menjadi sumber daya komputer modern, CBT pun ikut bertransformasi. |
1980-an | Macintosh muncul dan dimulainya perkembangan komunitas online untuk berbagi informasi, permulaan kode e-learning modern. |
1990-an | Kelahiran pertama “Digital Native”, melengkapi e-mail menjadi Zaman Baru bagi elearning dan e-learning mulai tertata dengan baik. |
2000-an | Pihak bisnis mulai menyebar e-learning menjadi pusat pelatihan pekerjanya. Alat untuk e-learning sudah mulai banyak ragam yang bermunculan. |
2010-an | Zaman e-learning yang sebenarnya dimana e-learning sejalan dengan momentum kemunculan media sosial, dimana manusia sudah bisa berbagi informasi mengenai hal apa saja melalui electronik secara online. |
Di Indonesia, pengaplikasian E-Learning sudah banyak di terapkan di berbagai tingkat satuan pendidikan baik negeri swasta. Jika kita melihat fenomena saat ini dimana anak sekolah sudah mahir menggunakan alat seperti handphone, laptop atau komputer maka tidak menutup kemungkinan e-learning juga diterpakan pada tingkat sekolah menengah pertama bahkan hingga ke tingkat sekolah dasar. Penerapan E-Learning pada satuan pendidikan sudah terbukti dapat memberikan dampak yang positif bagi tumbuh kembang peserta didik. Pasalnya penggunaan E-Learning pada proses pembelajaran dapat mengingkatkan minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Hal ini dikarenankan dalam proses pembelajaran berbasisi E-Learning biasanya didukung dengan berbagai fitur seperti gambar, animasi, audio, video.
Hadirnya e-learning telah memberikan rona positif bagi dunia pendidikan di Indonesia. E-learning diciptakan untuk membuka semua batasan ruang dan waktu agar setiap orang bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Tidak hanya itu, e-learning juga memiliki keunggulan keunggulan dibandingkan pendidikan konvensional. Dengan berbagai keunggulan inilah, e-learning bukan hanya pilihan no 2 dalam menempuh pendidikan, namun juga dapat disejajarkan dengan pendidikan konvensional bagi sebagian kalangan belum dapat disentuh karena keterbatasan ruang dan waktu.
E-Learning untuk semua jenjang dan jenis pendidikan yang belakangan ini tidak bisa diabaikan tentang dampaknya, baik yang positif maupun yang negatif. Dikemukakannya dengan dampak dampak positif dan negatif, diharapkan kita dapat mengoptimalkan dampak positifnya dan dampak negatifnya secara simultan. Dengan membuat pembelajaran yang tetap berorientasi pada peningkatan efek, yang diwujudkan dengan pengawasan kecakapan akademiknya dan pemeliharaan yang diwujudkan dengan perbaikan aspek akademiknya non-akademiknya, baik sosial, emosional dan moral.




No comments:
Post a Comment