1. Mengatasi masalah jarak dan waktu
E-learning dapat mengatasi masalah jarak dan waktu karena pembelajaran dapat diakses dengan jangkauan yang lebih luas atau dapat diakses dimana saja dan tanpa terkendala waktu atau dapat diakses kapan saja. Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada pengajar begitu selesai dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan pengajar. Materi juga dapat diakses secara berulang kapanpun, sehingga setiap peserta didik tidak paham, materi dapat dilihat ulang.
2. Mendorong sikap belajar aktif
E-learning memfasilitasi pembelajaran bersama dengan memungkinkan peserta didik untuk bergabung atau menciptakan komunitas belajar yang tumbuh dalam kegiatan belajar secara lebih baik di luar kelas baik secara individu maupun kelompok. Situasi ini dapat membuat pembelajaran menjadi lebih kostruktif, kolaboratif, dan dialog yang terjadi baik antar guru dengan peserta didik maupun antar peserta didik satu sama lain. Dan memberi kesempatan bagi peserta didik yang kurang aktif ketika tatap muka karena malu atau takut ketika ingin menyampaikan pendapatnya.
3. Mempermudah penyempurnaan materi pembelajaran
Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang membantu memudahkan pengembangan bahan belajar. Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan dengan mudah. Di samping itu, penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula dilakukan, baik berdasarkan umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil produksi instruktur selaku penanggung jawab atau pembina materi pembelajaran itu sendiri.
4. Biaya relatif murah
Dengan adanya e-learning untuk melakukan pembelajaran tidak perlu menempuh perjalanan yang harus mengeluarkan biaya. Selain itu, untuk mengirim tugas dapat hanya dalam bentuk file, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mencetak.
Kekurangan E-Learning
1. Interaksi antara peserta didik dan pengajar
Dengan adanya e-learning peserta didik akan sulit untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang susah diterapkan. Selain itu beberapa pengawasan oleh pengajar juga menyebabkan peserta didik cenderung menonton-nunda waktu belajar. Perluas kesadaran diri sendiri agar proses belajar dengan metode e-learning menjadi terarah dan mencapai tujuan.
2. Keterbatasan akses internet
Salah satu kekurangan metode pembelajaran e-learning adalah terbatasnya akses internet. Jika berada di daerah yang tidak mendapatkan jangkauan internet yang stabil, maka sulit untuk mengakses layanan e-learning . Misalnya ketika berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang masih belum terjangkau akses internet. Selain itu, harga pemakaian data internet juga masih cukup mahal untuk beberapa kalangan masyarakat Indonesia.
3. Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal
Dengan menggunakan e-learning peserta didik yang kurang motivasi akan bermalas-malasan untuk mengikuti pembelajaran, karena mereka lebih asyik bermain atau melakukan kegiatan lain yang mereka sukai. Banyak peserta didik yang menghitung hanya ketika presensi dan memperhatikan pebelajaran, bahkan ada yang sama sekali tidak mau mengikuti pembelajaran.
4. Banyak peserta didik lebih suka di muka
Peserta didik yang belum terbiasa menggunakan e-learning akan cenderung lebih suka interaksi tatap muka karena banyak hal-hal yang menggangu konsentrasi belajar yang disebabkan oleh banyak kegiatan lain yang berhubungan. Pembelajaran e-learning juga akan terasa berinteraksi karena interaksi secara langsung dengan pengajar atau peserta didik lainnya.


No comments:
Post a Comment